Sampai kapan kita akan selalu terprovokasi dan diadu domba

Sampai kapan kita akan selalu terprovokasi dan diadu domba

Pesan Pemilu

Bersatunews jakarta – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa baru-baru ini menunjukkan bahwa situasi politik kita masih rentan terhadap provokasi dan adu domba. Mahasiswa, sebagai agen perubahan dan garda terdepan dalam perjuangan demokrasi, seharusnya memiliki kesadaran untuk tidak terprovokasi dan diadu domba oleh kepentingan politik tertentu. Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu, di mana provokasi dan adu domba hanya memperburuk situasi dan tidak membawa perubahan yang positif.

Sebagai masyarakat, kita juga harus sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan. Kita hidup dalam negara yang beragam, baik dari segi suku, agama, maupun budaya. Namun, kita harus mampu menjadikan perbedaan tersebut sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik, bukan sebagai alasan untuk saling memecah belah dan saling mengadu domba.

Pembangunan yang sudah dicapai oleh negara ini tidak boleh sia-sia. Kita harus menghargai dan memanfaatkan pembangunan tersebut untuk menciptakan Indonesia yang tentram dan damai. Ini bukan hanya tanggung jawab elit politik, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat, civitas akademika, mahasiswa, dan buruh. Mari kita bersama-sama menjaga perdamaian dan menjadikan Indonesia sebagai contoh negara yang harmonis dan sejahtera.

Dalam menghadapi ajang pemilu 2024 yang semakin dekat, kita harus lebih bijaksana dalam menyikapi isu politik. Jangan terjebak dalam kampanye hitam dan provokasi yang hanya akan merusak persatuan dan kesatuan kita. Jadilah pemilih yang cerdas dan kritis, dengan memilih pemimpin yang mampu menjaga stabilitas politik dan mensejahterakan rakyat. Kita semua memiliki peran penting dalam membangun negeri ini, dan itu dimulai dari kesadaran untuk tidak terprovokasi dan diadu domba.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *