Saling sikut antar anggota Organisasi Papua Merdeka demi uang dan kekuasaan

Saling sikut antar anggota Organisasi Papua Merdeka demi uang dan kekuasaan

Foto : anggota Organisasi Papua Merdeka

Bersatunews – Jakarta Pembekuan keanggotaan Benny Wenda, Bukhtar Tabni dan sejumlah pengurus United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) diumumkan melalui surat Pernyataan Terbuka ULMWP yang dibacakan Sekretaris Eksekutif ULMWP Markus Haluk dalam jumpa pers di Jayapura, Papua, Senin (27/11/ 2023).  Pembacaan Pernyataan Terbuka ULMWP dihadiri oleh Presiden Eksekutif ULMWP Manase Tabuni, Ketua Dewan Yudikatif Apolos Sroyer, dan anggota Dewan Legislatif Willem Rumaseb. ULMWP juga membekukan keanggotaan meliputi Edison Waromi, Oridek Ap, Jacob Rumbiak,  Frans Kapisa, Simion Alua, Bazoka Logo, Alen Halitopo, Semuin Karoba, Diaz Gwijangge,  Erik Walela, Danny Wenda, Fanny Kogoya, Markus Yenu, Edison Kendi, Ibrahim Peyon dan Jeniffer Robinson dari semua jenjang struktural dan fungsional ULMWP.

Markus Haluk mengatakan pemerintahan sementara yang dilantik Benny Wenda pada 1 Desember 2020 belum mencapai hasil progresif.  Benny Wenda juga dianggap tidak mampu menjelaskan pernyataan Pemerintahan Sementara pada Forum KTT ULMWP II 2023 di Port Vila, Vanuatu. Markus Haluk juga menyoroti konferensi ULMWP pertama tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Bukhtar Tabni di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Markus Haluk berpendapat bahwa sindikat politik yang menganjurkan bentuk pemerintahan sementara akan mengambil alih kepemimpinan ULMWP, menciptakan dualisme dalam kepemimpinan ULMWP, dan mengajukan permohonan keanggotaan baru ke Sekretariat Melanesia atas nama ujung tombak ULMWP.

 .

 Pemerintahan Sementara sindikat politik menumbuhkan perpecahan di organisasi gerakan pembebasan Papua seperti Persatuan Mahasiswa Papua, Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).  Deklarasi Publik ULMWP melarang penggunaan nama ULMWP dalam format politik apa pun selain keputusan KTT ULMWP II yang diselenggarakan di Port Vila, Vanuatu pada tahun 2023.  ULMWP menegaskan, kepemimpinan ULMWP periode 2023-2028 sudah sesuai dengan keputusan. Sementara itu, Bukhtar Tabni menyatakan pemberhentian sementara keanggotaannya sebagai Ketua DPRD ULMWP tidak sah. Hal ini disampaikan Bukhtar Tabuni  Kota Jayapura pada Selasa (28 November 2023).

Isu “Papua Merdeka” ternyata menjadi lahan mencari uang bagi separatis ULMWP.

Separatis ULMWP berkolusi dengan politisi Partai Buruh Inggris Alex Sobel untuk mendukung All Party Parliamentary Group (APPG) di Papua Barat pada saat dua perusahaan pertambangan Inggris, Rio Tinto dan BP, beroperasi di Papua Barat dan mampu mengumpulkan dana dari perusahaan asing. Tak heran jika kaum separatis selalu memperjuangkan status dan kekuasaan.

Ini menjadi jelas!  Organisasi Papua Merdeka ternyata tak lebih dari kumpulan kelompok pengecut seperti ULMWP, TNPPB-OPM, atau teroris KKB dan KNPB  saling sikut untuk menarik perhatian nasional dan internasional dengan berkedok pertarungan menarik donor untuk mencapai sesuatu adalah agenda busuk Papua Merdeka yaitu uang dan Kekuasaan. “Papua Merdeka” bukanlah sebuah pertarungan, hanya para pecundang seperti ULMWP, TNPPB-OPM dan KNPB yang saling sikut dan berebut uang dan kekuasaan dengan mengorbankan nyawa rakyat! Masyarakat Papua tidak ingin terus berada di bawah tirani Papua Merdeka. Selamanya Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Share

2 thoughts on “Saling sikut antar anggota Organisasi Papua Merdeka demi uang dan kekuasaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *