Inovasi Baterai Mobil Listrik: Dari CATL hingga Factorial Energy, Siapakah Pemain Utama dalam Revolusi Solid-State?

Inovasi Baterai Mobil Listrik: Dari CATL hingga Factorial Energy, Siapakah Pemain Utama dalam Revolusi Solid-State?

Ilustrasi pemenuhan batrai listrik

Bersatunews – Jakarta Industri otomotif dan ekosistemnya sedang mengalami revolusi signifikan dalam pengembangan baterai mobil listrik. Selain Lithium Ferro Phosphate (LFP), teknologi terbaru yang tengah menarik perhatian adalah Solid Battery, yang diklaim lebih tahan lama. Salah satu keunggulan Solid Battery adalah tidak membutuhkan bahan baku nikel sebagai komponen utama, yang dapat mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan yang semakin langka ini.

Perusahaan teknologi besar seperti CATL, Toyota, dan LG turut serta dalam pengembangan teknologi Solid Battery. Sebuah laporan dari Reuters pada tanggal 16 Januari 2024, menyebutkan bahwa CATL, perusahaan asal China, telah meluncurkan baterai dengan bahan terkondensasi atau mirip dengan baterai semi-solid. Selain untuk mobil listrik, teknologi ini bahkan diklaim mampu mendukung tenaga pesawat listrik.

Tidak hanya CATL, perusahaan Korea Selatan seperti LG Energy Solution dan Samsung SDI juga terlibat dalam pengembangan baterai Solid State. LG Energy Solution berencana mengembangkan baterai berbasis polimer dan sulfida, sedangkan Samsung SDI tengah mengembangkan baterai tanpa anoda. Kedua perusahaan ini menargetkan produksi massal pada tahun-tahun mendatang, membuka jalan untuk mobil listrik yang lebih efisien dan tahan lama.

Tidak ketinggalan, perusahaan Jepang seperti Toyota dan Honda juga aktif dalam penelitian Solid Battery. Toyota mengklaim telah menemukan teknologi Solid State yang mengatasi masalah ketahanan baterai, dengan produk yang memiliki jarak tempuh 1.000 km dan pengisian daya hanya dalam waktu 10 menit. Rencananya, produk ini akan tersedia untuk konsumen pada tahun 2027-2028. Honda, di sisi lain, berencana meluncurkan uji coba baterai Solid State pada tahun ini dan menanamkannya pada mobil listrik pada akhir 2030.

Dari Eropa, Blue Solutions asal Prancis telah berhasil menjual baterai Solid State untuk bus listrik dengan waktu pengisian daya hanya empat jam. Mereka sedang mengembangkan produk untuk mobil dengan elektrolit polimer dan anoda logam lithium tipis, dengan harapan dapat mencapai waktu pengisian daya kurang dari 20 menit dan jarak tempuh hingga 1.000 km. Kolaborasinya dengan BMW dan rencana pembangunan pabrik baterai pada 2029 menunjukkan dukungan industri terhadap teknologi ini.

Di Amerika Serikat, start-up Solid Power telah mengirimkan prototipe baterai semi-solid berbasis sulur dan anoda silikon tinggi kepada BMW pada akhir 2023. Pemain lainnya seperti Factorial Energy juga aktif mengembangkan prototipe baterai semi-solid dengan target jangkauan hingga 965 km, dan mereka telah menjalin perjanjian dengan merek-merek otomotif ternama.

Secara keseluruhan, perkembangan ini menunjukkan tren menuju Solid-State Battery sebagai pilihan utama dalam menggerakkan industri mobil listrik ke depan. Teknologi ini tidak hanya menjanjikan jarak tempuh yang lebih jauh, tetapi juga memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada nikel, suatu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem otomotif global.

Share

One thought on “Inovasi Baterai Mobil Listrik: Dari CATL hingga Factorial Energy, Siapakah Pemain Utama dalam Revolusi Solid-State?

  1. It’s truly a great and helpful piece of information. I’m happy that you
    simply shared this useful info with us. Please stay us up to date like this.
    Thanks for sharing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *