Hardiknas Bukan Sekadar Turun ke Jalan

Bersatunews, Jakarta – BEM SI Kerakyatan menyebarkan ajakan unras peringatan Hardiknas 2026 patut kita pertanyakan: apakah ini benar-benar menghormati semangat Hari Pendidikan Nasional, atau justru mengaburkannya dengan keriuhan jalanan?
7 tuntutan BEM SI soal pendidikan memang penting. UKT mahal, nasib guru honorer, anggaran 20% itu fakta yang harus kita kawal.

Tapi ajakan aksi unras Hardiknas 4 Mei dan aksi 20-21 Mei nanti jangan cuma jadi ajang emosi sesaat. Sebelum ikut unras, tanya dulu:
1.Apa targetnya jelas? UU mana yang mau dicabut? Data anggaran 20% yang katanya manipulatif itu mana?
2.Siapa yang diuntungkan? Jangan sampai suara kita ditunggangi buat kepentingan politik 2029.
3.Ada solusi lain? Audiensi, FGD dengan rektor & Kemendikbud, petisi data-based. Demo itu opsi terakhir, bukan yang pertama.

Hardiknas 2 Mei bukan panggilan untuk turun ke jalan dua hari kemudian, memenuhi trotoar dengan spanduk dan sorak-sorai yang berakhir saat senja. Ia adalah warisan Ki Hajar Dewantara “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” memimpin dari depan, membangun semangat di tengah, dan mendukung dari belakang. Unras ala BEM SI Kerakyatan mungkin terasa heroik, tapi apa hasilnya? Lalu lintas lumpuh, anggaran polisi terbuang, dan isu pendidikan seperti guru honorer tanpa kesejahteraan atau anak desa tanpa akses internet tetap terabaikan.

Daripada demo di 4 Mei, mari lawan dengan aksi pendidikan nyata: kelas gratis untuk siswa kurang mampu, forum diskusi kebijakan pendidikan dengan DPRD setempat, atau kampanye #BelajarBersama yang viral di medsos. Itulah kerakyatan sejati bukan kerumunan sementara, tapi perubahan abadi yang Ki Hajar banggakan.

BEM SI Kerakyatan, Hardiknas mengajak kalian jadi agen pendidikan, bukan pengacau jalan raya. Tolak unras 4 Mei, pilih jalan ilmu yang membangun bangsa. Indonesia butuh pemimpin terdidik, bukan demonstran lelah.

Related Posts

PELECEHAN SEKSUAL DI FH UI: KAMPUS YANG GAGAL MELINDUNGI

Bersatunews, Jakarta – Kasus pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) bukansekadar insiden yang “mencoreng nama baik kampus”. Narasi semacam itu justrumenyesatkan. Yang tercoreng bukanlah reputasi, melainkan komitmen…

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 jadikan momentum untuk memperbaiki kesejahteraan buruh dan jangan terprovokasi kepentingan kelompok kepentingan

Bersatunews, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap berbagai bentuk provokasi yang mengarah pada ajakan unjuk rasa yang tidak kondusif. Seruan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Hardiknas Bukan Sekadar Turun ke Jalan

Hardiknas Bukan Sekadar Turun ke Jalan

PELECEHAN SEKSUAL DI FH UI: KAMPUS YANG GAGAL MELINDUNGI

PELECEHAN SEKSUAL DI FH UI: KAMPUS YANG GAGAL MELINDUNGI

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 jadikan momentum untuk memperbaiki kesejahteraan buruh dan jangan terprovokasi kepentingan kelompok kepentingan

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 jadikan momentum untuk memperbaiki kesejahteraan buruh dan jangan terprovokasi kepentingan kelompok kepentingan

Cuaca Ekstrem 2026: Tantangan Global yang Mengancam Kehidupan Kita

Cuaca Ekstrem 2026: Tantangan Global yang Mengancam Kehidupan Kita

TNI Ajukan Permohonan Periksa Korban Penyiraman Air Keras ke LPSK, Empat Prajurit Jadi Tersangka

TNI Ajukan Permohonan Periksa Korban Penyiraman Air Keras ke LPSK, Empat Prajurit Jadi Tersangka

“Politik Maruk, Dulu Dwifungsi, Sekarang Multi Fungsi?” Kritik Tajam atau Sekadar Distorsi Realitas

“Politik Maruk, Dulu Dwifungsi, Sekarang Multi Fungsi?” Kritik Tajam atau Sekadar Distorsi Realitas