Krisis Energi Global Membayangi, Klaim BBM Aman Dinilai Belum Menjamin Stabilitas Jangka Panjang

Jakarta – Di tengah pernyataan pemerintah bahwa pasokan BBM dan gas nasional aman serta harga tetap stabil, sejumlah pengamat energi dan ekonom menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya menjamin ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang, terutama di tengah krisis energi global yang masih berlangsung.

Pengamat energi menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dan BBM jadi faktor utama kerentanan. Direktur Eksekutif Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) Indonesia, Fabby Tumiwa, menyatakan bahwa stabilitas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh kebijakan subsidi pemerintah. “Ketahanan energi kita masih rentan karena ketergantungan impor. Selama harga global tinggi, tekanan terhadap fiskal akan semakin besar,” ujarnya.

Kritik juga datang dari kalangan ekonom yang menilai kebijakan menahan harga BBM berpotensi menimbulkan beban besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa kebijakan ini bersifat jangka pendek dan berisiko jika harga minyak dunia terus naik. “Subsidi energi bisa membengkak dan mengganggu ruang fiskal untuk sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan,” kata Bhima.

Selain itu, potensi gangguan distribusi global akibat konflik geopolitik juga dinilai dapat berdampak langsung terhadap pasokan energi nasional. Jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz menjadi titik rawan yang sewaktu-waktu dapat mengganggu arus pasokan minyak dunia, termasuk ke Indonesia.

Secara historis, Indonesia pernah mengalami tekanan besar akibat lonjakan harga energi global, seperti pada krisis minyak tahun 2008 dan 2022, yang memaksa pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas harga energi domestik sangat dipengaruhi oleh dinamika global yang sulit dikendalikan.

Dari sisi dampak, jika tekanan global terus meningkat, masyarakat berpotensi menghadapi risiko kenaikan harga energi secara tiba-tiba. Hal ini dapat memicu inflasi, meningkatkan biaya hidup, serta menekan daya beli, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Pelaku usaha juga berisiko menghadapi kenaikan biaya produksi dan distribusi.

Menanggapi hal ini, para pengamat mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada stabilisasi jangka pendek, tetapi juga mempercepat transisi energi, meningkatkan produksi dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan impor. Pemerintah juga didorong untuk menyiapkan skenario mitigasi jika terjadi lonjakan harga global yang signifikan, guna menjaga stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan.

  • Related Posts

    Cuaca Ekstrem 2026: Tantangan Global yang Mengancam Kehidupan Kita

    Bersatunews, Tahun 2026 menunjukkan cuaca yang semakin tidak stabil akibat pemanasan global yang terus berlangsung. Suhu rata-rata Bumi terus menunjukkan angka tertinggi, membuat Januari 2026 tercatat sebagai salah satu bulan…

    TNI Ajukan Permohonan Periksa Korban Penyiraman Air Keras ke LPSK, Empat Prajurit Jadi Tersangka

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengajukan permohonan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memeriksa aktivis KontraS sekaligus korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, sebagai saksi dalam proses penyidikan yang…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    PELECEHAN SEKSUAL DI FH UI: KAMPUS YANG GAGAL MELINDUNGI

    PELECEHAN SEKSUAL DI FH UI: KAMPUS YANG GAGAL MELINDUNGI

    Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 jadikan momentum untuk memperbaiki kesejahteraan buruh dan jangan terprovokasi kepentingan kelompok kepentingan

    Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 jadikan momentum untuk memperbaiki kesejahteraan buruh dan jangan terprovokasi kepentingan kelompok kepentingan

    Cuaca Ekstrem 2026: Tantangan Global yang Mengancam Kehidupan Kita

    Cuaca Ekstrem 2026: Tantangan Global yang Mengancam Kehidupan Kita

    TNI Ajukan Permohonan Periksa Korban Penyiraman Air Keras ke LPSK, Empat Prajurit Jadi Tersangka

    TNI Ajukan Permohonan Periksa Korban Penyiraman Air Keras ke LPSK, Empat Prajurit Jadi Tersangka

    “Politik Maruk, Dulu Dwifungsi, Sekarang Multi Fungsi?” Kritik Tajam atau Sekadar Distorsi Realitas

    “Politik Maruk, Dulu Dwifungsi, Sekarang Multi Fungsi?” Kritik Tajam atau Sekadar Distorsi Realitas

    Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi Tambang PT AKT Izin Dicabut Sejak 2017 Namun Operasi Berlanjut

    Kejaksaan Agung Usut Dugaan Korupsi Tambang PT AKT Izin Dicabut Sejak 2017 Namun Operasi Berlanjut